Universitas Internasional Semen Indonesia

KONTRIBUSI HULU MIGAS TERHADAP KETAHANAN ENERGI NASIONAL

Migas merupakan komoditas vital yang menguasai hajat hidup orang banyak dan mempunyai peranan penting dalam perekonomian nasional, oleh karena itu pengelolaan yang dilakukan harus memberikan dampak yang memberikan kemakmuran dan kesejahteran bagi rakyat. Pada proses pengelolaan migas terdapat proses hulu dan proses hilir.

Konsumsi energi di dunia membutuhkan batubara, minyak dan gas. Gas di Indonesia mendapat ranking 14 di dunia (1,5%  total persediaan gas di dunia).  Saat pandemi Covid19 konsumsi batubara, minyak dan gas turun. Namun, renewable energi meningkat, sedangkan emisi CO2 menurun.

Minyak dan gas akan masih dibutuhkan oleh dunia sampai tahun 2050. Namun, Indonesia keluar dari OPEC pada tahun 2004 karena persediaan minyak dan gas habis dikonsumsi oleh Indonesia sendiri. Setelah 2004, persediaan minyak dan gas defisit. Meskipun demikian, Indonesia sebenarnya memiliki poten gas yang luar biasa. sebagian besar penemuan ekplorasi di Indonesia adalah gas. Indonesia memiliki 128 basin. Basin yang dapat memproduksi gas ada 20. Masih ada 68 basin berlokasi di daerah timur yang belum dieksplorasi. Oleh karena itu, komitmen pemerintah adalah bisa memproduksi minyak 1 juta barel per hari dan gas 12.000 MMSCFD per hari pada tahun 2030 Mengingat pentingnya pengelolaan Migas terhadap kesejahteraan rakyat Indonesia, maka UISI bersama SKK Migas mengadakan Perkuliahan Umum pada hari Selasa tanggal 7 Desember 2021 secara Hybrid. Peserta yang hadir kurang lebih 150 orang, dan hadir secara online melalui zoom meeting dan offline. Setiap peserta, pembicara dan panitia yang berada di kampus diwajibkan swab terlebih dahulu dan melakukan

Leave A Comment