LOGISTICHAMP 2026: Menyemai Kepedulian Generasi Muda pada Logistik Tanggap Bencana
Program Studi Teknik Logistik menggelar LOGISTICHAMP 2026, ajang kompetisi sekaligus edukasi logistik berskala nasional. Pelajar SMA/SMK/MA sederajat dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ambil bagian. Melalui kegiatan ini, generasi muda diperkenalkan pada dunia logistik dan manajemen rantai pasok sejak dini.
Mengusung tema Invisible Logistics In Disaster Response: When Every Second Counts, LOGISTICHAMP 2026 menyoroti peran logistik yang kerap luput dari perhatian publik. Padahal, kecepatan penanganan bencana sangat bergantung pada logistik yang tepat sasaran. Ajang ini menghadirkan tiga kategori kompetisi, yaitu Logistics Battle Competition, Logistics Innovation Competition, dan Logistics Case Competition. Lewat ketiga kategori tersebut, peserta diajak mengasah kemampuan analitis dan kreativitas. Mereka juga dilatih memecahkan masalah logistik dalam konteks pascabencana yang menuntut kecepatan dan ketepatan.
Ketua Pelaksana LOGISTICHAMP 2026, Siti Sarah Zia Ulhaq, menjelaskan makna di balik tema tersebut. Menurutnya, logistik kerap luput dari sorotan dalam penanganan bencana, padahal berperan besar menentukan hidup dan mati. “LOGISTICHAMP bukan sekadar ajang lomba. Ini adalah ruang belajar bagi pelajar dan mahasiswa untuk memahami bahwa logistik adalah tulang punggung dari banyak sektor, termasuk penanggulangan bencana,” kata Sarah.
“Logistik sering kali menjadi sisi yang tidak terlihat dalam penanganan bencana, padahal justru di situlah pertaruhan hidup dan mati terjadi. Banyak orang melihat bencana dari sisi penyelamatan langsung, padahal di baliknya ada rantai logistik yang menentukan apakah bantuan sampai tepat waktu atau tidak. Itu yang ingin kami angkat lewat LOGISTICHAMP tahun ini,” ujarnya.
Selain kompetisi, LOGISTICHAMP 2026 juga menghadirkan Seminar Nasional pada 12 Agustus 2026. Narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berbagi strategi logistik tanggap darurat. Peserta turut mengikuti simulasi penanganan logistik saat bencana. Lewat simulasi ini, pemahaman teoretis peserta langsung terhubung dengan praktik di lapangan.
Sebanyak 45 tim dari berbagai penjuru Indonesia berkompetisi dalam LOGISTICHAMP 2026. Mereka berasal dari perguruan tinggi negeri dan sekolah menengah atas sederajat. Ajang ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengasah wawasan dan kemampuan analisis. Minat mereka pada bidang logistik pun tumbuh, sejalan dengan berkembangnya sektor industri dan perdagangan di Indonesia.
Puncak acara berlangsung pada 13 Agustus 2026, menandai babak final sekaligus hari penganugerahan. Para pemenang di setiap kategori kompetisi membawa pulang hadiah jutaan rupiah, trofi, dan sertifikat penghargaan. Ajang ini juga memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Jawa Timur, penghargaan tertinggi bagi pemenang utama.
Pada kategori mahasiswa, gelar juara Logistics Case Competition diraih oleh tim “Kita Sepakatnya Nama Timnya Terserah” dari Universitas Gadjah Mada. Untuk kategori pelajar SMA/SMK sederajat, tim “When Ya” dari SMAK Frateran Surabaya keluar sebagai juara Logistics Innovation Competition. Sementara itu, gelar juara Logistics Battle Competition sekaligus Piala Bergilir Gubernur Jawa Timur diraih oleh tim “Kimpul Warrior” dari SMK Semen Gresik.
Kesuksesan LOGISTICHAMP 2026 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Sejumlah sponsor turut ambil bagian, yaitu Saynana, PT Gresik Jasatama, Kawasan Industri Gresik, Wardah, dan AFIKA Tour & Travel. Dukungan ini menjadi bukti sinergi yang erat antara dunia pendidikan dan industri. Sinergi tersebut penting untuk mencetak sumber daya manusia unggul di bidang logistik.
LOGISTICHAMP 2026 membuktikan komitmen Program Studi Teknik Logistik dalam memadukan teori, praktik, dan kebutuhan industri. Bagi peserta, pengalaman ini menjadi bekal berharga menghadapi dunia logistik yang dinamis. Lewat kompetisi, seminar, dan simulasi, generasi muda diajak memahami logistik secara utuh. Lebih dari itu, mereka didorong menciptakan solusi inovatif yang memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Di akhir keterangannya, Sarah menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan LOGISTICHAMP 2026.
“Terima kasih kepada seluruh panitia yang sudah bekerja keras untuk suksesnya terselenggara acara ini. Tidak lupa kepada peserta, sponsor, dan pihak yang mendukung LOGISTICHAMP 2026. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan semakin memperkuat peran generasi muda dalam dunia logistik,” kata Sarah.