UISI -- 13 Agustus 2026
Bencana alam kerap datang tanpa peringatan. Di balik setiap upaya penyelamatan dan distribusi bantuan yang cepat dan tepat, terdapat sistem logistik yang bekerja layaknya urat nadi penanganan krisis. Namun, seberapa banyak dari kita yang benar-benar memahami betapa kritisnya peran logistik dalam respons bencana?
Pertanyaan itulah yang menjadi titik tolak terselenggaranya Seminar Nasional LogistiChamp 2026 dengan tajuk "Behind the Crisis: Peran Logistik dalam Respon Bencana" yang digelar pada Rabu, 12 Agustus 2026, di Auditorium Kampus B Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI). Acara ini menghadirkan praktisi langsung dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik untuk membuka wawasan mahasiswa dan masyarakat umum tentang sistem yang kerap tak terlihat, namun menentukan segalanya saat darurat terjadi.
Menghadirkan Praktisi Berpengalaman
Seminar yang berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga selesai ini menghadirkan pemateri utama, Fransiscus Xaverius Driatmiko Herlambang, S.Sos. , yang menjabat sebagai Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gresik. Dengan pengalaman langsung dalam berbagai penanganan bencana di wilayah Gresik dan sekitarnya, beliau memaparkan secara mendalam bagaimana strategi logistik yang matang dapat menjadi penentu antara keberhasilan dan kegagalan dalam misi kemanusiaan.
Acara dipandu oleh Hilda Uchtruja Jasmin sebagai Master of Ceremony, sementara jalannya diskusi dimoderatori oleh Aditya Al Bani Ramadhan. Kehadiran narasumber berpengalaman dari BPBD Kabupaten Gresik menjadi daya tarik utama, mengingat Kabupaten Gresik sendiri merupakan wilayah pesisir yang memiliki kerentanan terhadap berbagai jenis bencana, mulai dari banjir rob, angin kencang, hingga potensi gempa bumi.
Mengupas Sistem yang Tak Terlihat
Dalam pemaparannya, Fransiscus Xaverius menekankan bahwa logistik bencana bukan sekadar urusan mengirimkan bantuan. "Logistik dalam respons bencana mencakup seluruh rantai pasok, mulai dari identifikasi kebutuhan, pengadaan, penyimpanan, distribusi, hingga pemantauan bantuan agar tepat sasaran. Satu mata rantai putus, maka seluruh sistem bisa terganggu," ujarnya di hadapan puluhan peserta yang memenuhi ruang auditorium.
Lebih lanjut, ia memaparkan berbagai tantangan di lapangan yang sering dihadapi tim logistik BPBD, seperti akses jalan yang terputus, keterbatasan informasi, koordinasi antar lembaga, hingga kesiapan sumber daya manusia.
Peserta seminar tampak antusias mengikuti sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Banyak pertanyaan kritis diajukan oleh mahasiswa, mulai dari mekanisme koordinasi antar instansi, pengelolaan donasi publik, hingga pemanfaatan teknologi dalam sistem peringatan dini dan distribusi bantuan.
Membangun Kesadaran dan Jaringan
Seminar LogistiChamp 2026 tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman teoretis, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa tanggung jawab menghadapi bencana bukan hanya milik pemerintah atau BPBD semata. "Kami ingin mahasiswa sadar bahwa setiap orang memiliki peran, baik sebagai relawan, pengelola informasi, maupun bagian dari mata rantai logistik kemanusiaan," ungkap perwakilan panitia.
Acara ini juga menjadi ajang penguatan jaringan antara akademisi, mahasiswa, dan praktisi kebencanaan. Para peserta memperoleh wawasan luas tentang peluang karier dan kontribusi di bidang logistik kemanusiaan, yang selama ini mungkin luput dari perhatian.
Seminar ditutup dengan pembagian e-sertifikat bagi seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Antusiasme yang tinggi terlihat dari banyaknya peserta yang masih bertahan hingga akhir acara, bahkan melanjutkan diskusi informal dengan narasumber di luar ruang seminar.
Harapan ke Depan
Kesuksesan seminar ini diharapkan dapat menjadi awal dari kesadaran yang lebih luas di kalangan generasi muda tentang pentingnya logistik dalam sistem kebencanaan nasional. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan lahir lebih banyak sumber daya manusia yang siap berkontribusi, tidak hanya saat bencana terjadi, tetapi juga dalam upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana ke depan.
Penutup
Seminar LogistiChamp 2026 dengan tema "Behind the Crisis" telah sukses membuka mata banyak pihak tentang peran vital logistik dalam respons bencana. Acara yang berlangsung khidmat namun penuh semangat ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi kebencanaan dapat menghasilkan pemahaman yang lebih baik tentang tantangan kemanusiaan yang kita hadapi bersama.
Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang tergerak untuk mempelajari dan berkontribusi dalam bidang logistik dan manajemen bencana, sehingga Indonesia yang rawan bencana ini memiliki lebih banyak "pahlawan di balik layar" yang siap siaga kapan pun dibutuhkan.